Home Galery Video Live Streaming
Kategori
PERISTIWA PEMERINTAHAN Pendidikan Kriminal Ekonomi Bisnis Daerah Politik

Anggota DPRD Provinsi Lampung, I Made Suarjaya, Soroti Nasib Pekerja dan Minta Mitigasi Dampak Sosial-Ekonomi Terkait PT SGC

Anggota DPRD Provinsi Lampung, I Made Suarjaya, Soroti Nasib Pekerja dan Minta Mitigasi Dampak Sosial-Ekonomi Terkait PT SGC
Bagikan:

 

KABARPO Bandarlampung– Anggota DPRD Provinsi Lampung Daerah Pemilihan VII (Lampung Tengah), I Made Suarjaya (IMS), angkat bicara menyikapi perkembangan terkini yang melibatkan PT Sugar Group Companies (SGC), yang wilayah operasionalnya mencakup sebagian daerah pemilihannya.

Dalam pernyataannya pada Jumat (23/1), IMS dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak ingin mengomentari aspek keputusan hukum yang telah diambil oleh pemerintah. Ia menyatakan kepercayaan penuhnya bahwa keputusan tersebut telah melalui mekanisme dan koridor hukum yang berlaku.

“Saya tidak ingin mengomentari keputusan hukumnya, karena saya meyakini pemerintah telah mengambil keputusan sesuai dengan koridor yang berlaku,” ujar IMS.

Namun demikian, politisi dari daerah pemilihan yang terdampak ini menyampaikan kegelisahan mendalamnya terhadap nasib ribuan pekerja yang selama ini menggantungkan kehidupan ekonomi mereka pada PT SGC.

“Yang menjadi kegelisahan saya adalah bagaimana pemerintah memastikan nasib para pekerja. Saya berharap PT SGC tidak mengambil langkah-langkah yang justru dapat merugikan masa depan para karyawan,” tegasnya.

Sebagai wakil rakyat yang wilayahnya terdampak, IMS mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang untuk segera melakukan langkah-langkah mitigasi. Tujuannya adalah mengantisipasi dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul akibat keputusan terkait PT SGC.

“Pemda Lampung Tengah dan Tulang Bawang harus segera mengambil langkah mitigasi. Bersama Pemerintah Provinsi Lampung, harus ada langkah konkret untuk menghadapi dampak kurang baik yang mungkin muncul,” tambahnya.

IMS juga mengingatkan pentingnya pembelajaran dari sejarah. Ia menyebutkan bahwa Provinsi Lampung memiliki pengalaman dengan perusahaan besar yang pernah berjaya, namun ketika permasalahannya tidak ditangani secara komprehensif, justru meninggalkan dampak sosial yang luas bagi masyarakat.

“Lampung pernah punya perusahaan udang terbesar di Asia Tenggara, tetapi karena permasalahannya tidak dapat diselesaikan dengan baik, akhirnya berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat. Saya berharap hal itu tidak terulang,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, I Made Suarjaya menegaskan harapannya agar kepentingan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pekerja dan keluarganya, menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan dan langkah penanganan lebih lanjut.

"Harapan saya, masyarakat—terutama karyawan—harus diselamatkan dan tidak menjadi korban,” pungkas IMS.