Pasar Simpang Agung Akan Di Gusur, Pedagang Ancam Akan Demo Besar Besaran - KabarPO

Pasar Simpang Agung Akan Di Gusur, Pedagang Ancam Akan Demo Besar Besaran

Lampung Tengah - 28 November 2025. Upaya pembangunan Koperasi Desa Derah Putih jadi polemik dikalangan pedagang pasar Simpang Agung, kampung Simpang Agung, Kecamatan Seputih Agung, Lampung Tengah. Pasalnya, rencana pembangunan berada di Tengah Pasar yang berdampak pada penggusuran lapak pedagang yang telah puluhan tahun mencari penghidupan di lokasi tersebut.

Sejumlah pedagang menilai, keputusan pembangunan KDMP ( Koperasi Desa Merah Putih ) ditengah pasar adalah keputusan yang tidak tepat, pasalnya, harus mengorbankan mata pencaharian pedagang yang telah lama mencari nafkah di pasar Simpang Agung. Selain itu, para pedagang tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah oleh pihak kampung.

“Kemarin tanggal 27 itu tiba-tiba pagi-pagi dibagi edaran kertas. Katanya tanggal 28 harus sudah mengosongkan tempat jualan. Alasannya mau ada pembangunan Merah Putih, mau dibikin koperasi,” ungkap salah satu pedagang yang enggan diketaui namanya.

“Itu lokasinya pas di tengah-tengah pasar, di tempat kita orang jualan,” tegasnya.

Menurut pedagang tersebut, sekitar 30 lapak di pinggir jalan terdampak penggusuran. Kekecewaan nampak jelas terlihat, ditambah sejumlah pedagang telah menyetorkan sejumlah uang sewa kepada pengelola pasar.

“Kronologinya itu sebelum kejadian memang sudah diukur-ukur, cuma kan kami warga yang jualan itu nggak diajak rundingan,” ujarnya

“Itu lokasinya pas di tengah-tengah pasar, di tempat kita orang jualan, Yang digusur sekitar 30-an. Pokoknya di pinggir-pinggir jalan itu,” tuturnya.

“Bayar, bayar terus dong. Ada sewa tahunan, uang kebersihan, uang keamanan juga ada. Makanya kita sakit hati. Kontrak kami itu harusnya habis bulan 4 tahun depan,” jelasnya.

Warga lainnya yang juga enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa upaya mereka meminta penjelasan tidak mendapat respon memadai.

“Kemarin kami udah komunikasi sama Pak Lurah. Tapi sekarang dicariin nggak ada katanya,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa alat berat rencananya sudah akan diturunkan hari ini, namun urung datang karena para pedagang melakukan protes meski tidak berbarengan, sebab surat edaran pembongkaran diberikan tidak serentak.

“Katanya hari ini alat berat mau datang. Tapi nggak datang soalnya kita protesnya nggak bareng-bareng, karena surat edaran itu dikasihnya juga nggak bareng,” ujar warga tersebut.

Warga menuntut agar rencana pembangunan koperasi dibatalkan, terutama jika justru mengancam mata pencaharian pedagang kecil.

"Intinya kalau digusur semua akan berdampak demo besar-besaran, jadi yang digusur itu sebagian saja dan sebagian belum ditentukan kapan. Digusur juga gak ada musyawarah sama masyarakat dulu, kasian yang sudah bayar selama 1 tahun, asal main gusur-gusur aja. Ada juga yg sudah bayar 15 juta eh digusur. Kalaupun mau digusur ya harus semua jangan tebang pilih biar adil."

“Harapannya sih nggak usah ada bangunan koperasi-koperasi itulah. Kalau memang mau diperbaiki, ya perbaiki tempat jualan kami saja. Jangan sampai bangunan baru itu mematikan ekonomi kami,” tegasnya.

Para pedagang mendesak pemerintah daerah turun tangan mengevaluasi kebijakan kampung, termasuk transparansi pengelolaan aset desa dan kejelasan dasar hukum pembongkaran.

Mereka meminta agar pemerintah menjelaskan secara terbuka:

• Kajian dampak ekonomi
• Tata ruang dan rencana pembangunan koperasi
• Lokasi relokasi pedagang
• Persetujuan BPD dan musyawarah desa

“Kalau memang mau bangun, tunjukkan kajiannya. Jangan tiba-tiba bongkar. Kami butuh kejelasan, bukan janji,” ujar salah satu pedagang.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Kampung Simpang Agung belum memberikan klarifikasi resmi terkait alasan pembubaran pasar maupun rencana detail pembangunan Koperasi Desa/Kampung Merah Putih.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah sebelum polemik ini menimbulkan konflik yang lebih besar. ( Jhon )

Redaksi
12345 123

Leave a comment

Kontak

Lampung Tengah

0812-7300-6594

kabarpo2025@gmail.com

Follow Us
KabarPO
Statistik Kunjungan
Flag Counter